Jumat, 16 September 2016

OBAT KANTUK

JARENE..

Dalam beberapa acara yang membutuhkan konsentrasi, selalu disertai KANTUK.
Bahkan bagi saya MENGANTUK menjadi satu masalah tersendiri. Sehingga pernah waktu melihat teman dirukyah saya jadi sangat ngantuk. Usut diusut kata yang merukyah ada jin yang bersarang di kedua mata saya, JARENE 😁

Saat halqah, memimpin rapat bahkan saat memberikan sebuah sambutan saya pernah diserang kantuk hebat 😃. Subhanallah banget!! 😊

Siang tadi ada jadwal menimba ilmu. Sangking cepet-cepetane setelah wudhu saya cuma sempat menarik kerudung syar'i seragam yang harusnya saya pakai 5 bulan lagi yang entah saya tak berani bercermin langsung berangkat. Sampai tempat tujuan hingga akhir acara ternyata sukses tidak mengantuk sedikitpun. Ajaib.. 😅. Jin yang ngikut wis kabur.. 😊 JARENE 😁
Akhirnya ada TIPS supaya ora ngantuk; WUDHU dan berangkatlah tanpa olesan bedak, dan satu lagi; ORA USAH NGOCO.. 😊
Bismillah BERHASIL... 😀😀😀. Bisa dicoba bagi yang sudah berobat kemana-kemana mengatasi masalah NGANTUK belum berhasil.

Meskipun sebenarnya saya cukup paham obat ngantuk cuma satu: TIDUR.. 😁
#Kalau ini bukan jarene, tapi VALID hihi 😀

Surabaya, 16 September 2016

Minggu, 28 Agustus 2016

WAHN STADIUM EMPAT

WAHN STADIUM EMPAT

Salah satu pertanyaan peserta acara kajian tadi pagi membahas tentang kegelisahannya pada kematian.
Saya yang kebetulan mendampingi moderator saat itu ingin sekali menjawab panjang lebar. Tapi tak sanggup. Lagi-lagi iya, menahan duduk lesehan bisa selama itu tanpa usrek adalah prestasi yang luar biasa. Alhasil jawaban yang sudah saya siapkan harus rela saya simpan di saku tas, buat oleh-oleh pulangnya.😁

Sambil menahan perih, beberapa kali harus mendelete ketakutan tentang mati. Bersikap bahwa diri ini sehat tanpa pernah dihinggapi Hernia Nucleus Pulposus yang beberapa bulan lalu oleh dokter dinyatakan sembuh.

Sembuh?
Sembuh sementara dari kegelisahan mungkin iya. Semakin memasrahkan segala takdir, dan ikhtiar tipis-tipis menjadi pengobat segala perih yang ada. Jika benar sembuh, Alhamdulillah. Maka tak ada lagi kalimat panjang yang terekam di kepala bahwa; operasi satu tahun lalu yang kujalani gagal total.
Faktanya? Tak ada perubahan sebelum dan setelah operasi. Jadi, mau diulang lagi? 😁

Allah tak pernah tidur dengan perih ini, dengan rasa sayangnya menitipkan sakit yang tak bisa terikhsas oleh orang lain. Menahan 24 jam perih luar biasa untuk tetap tertawa, bernyanyi, bercerita, seolah saya benar-benar tak pernah dititipi duka. Benar kalau ada yang mengatakan, jika sebagian besar dari hidup yang saya jalani adalah drama. Drama horor 😁
Maka ketika ada masalah di depan saya; semua berasa kecil dan sangat kecil. Sebab tidak lama lagi barangkali mereka akan mengenal saya tinggal nama saja, tanpa raga.😐

Malam ini ketika duduk bersama Ibu, saya menanyakan pada Ibu, "kalau kucing kesayangannya mati bagaimana?"
Jawab Ibu; "ya nggak papa tho, kita tak ikut memiliki nyawanya."
Dan Ibu tersentak ketika kutanyakan; "kalau yang  diambil Allah nyawa anak Ibu bagaimana?"
"Jangan bilang aneh-aneh" jawab Ibu meningalkan percakapan kami. Saya menyahut refleks, "saya takut mati bu, tapi mungkin dengan mati semua sakit ini sudah tak ada lagi"
Pengen mewek. Tapi hihi.. aneh kalau seorPuput Yuliantianti harus mewek untuk urusan ini.

Jujurlah, sebenarnya saat ini Put.. kamu sedang menderita sakit WAHN stadium empat, penyakit yang mematikan keimanan. Mana tangguhmu? Mana keberanianmu menghadapi indahnya hidup seperti yang ada di dalam syair-syairmu?
Lupakah kau bahwa segala perih akan merontokkan dosa-dosa menggunungmu itu?
Apa bedanya kau dengan mereka yang tak pernah belajar tentang indahnya mempersiapkan kematian?
Lupakah bahwa sesungguhnya kita semua menunggu mati, dan sakit bukan satu-satunya penyebab datangnya mati?.
Masih juga kau takut dengan mati?

Kemudian saya membuka jawaban pertanyaan dari perserta kajian yang tadi pagi saya simpan rapi di saku tas. Benar, oleh-oleh yang satu ini terasa gurih..

Di kamar Ibu, 28 Agustus 2016
Allahku, ampuni kebodohanku..!!

Jumat, 01 Juli 2016

MENGAPA MEMBACA ALQURAN ITU PENTING ?

MENGAPA MEMBACA ALQURAN ITU PENTING ?

Menurut survey yang dilakukan oleh dr.  Al Qadhi di Klinik Besar Florida - Amerika Serikat, berhasil membuktikan hanya dengan mendengarkan ayat suci  Al Qur'an baik bagi  yg mengerti bahasa Arab atau tidak, ternyata memberikan perubahan fisiologis yang sangat besar.
Termasuk salah satunya menangkal berbagai macam penyakit.
Hal ini dikuatkan lagi oleh penemuan Muhammad Salim yang dipublikasikan Universitas Boston.

Lalu mengapa di dalam Islam ketika kita mengaji disarankan untuk bersuara ? Minimal untuk diri sendiri alias terdengar oleh telinga kita.

Berikut penjelasan logisnya :

✅Setiap sel di dalam tubuh kita bergetar di dalam sebuah sistem yang seksama, dan perubahan sekecil apapun dalam getaran ini akan menimbulkan potensi penyakit di berbagai bagian tubuh.
Nah sel2 yang rusak ini harus digetarkan kembali untuk mengembalikan keseimbangannya.
Hal ini artinya harus dengan suara. Maka muncullah terapi suara.
Ditemukan oleh Alfred Tomatis seorang dokter di Prancis.

Sementara Dr. Al Qadhi menemukan bahwa
Membaca Al Qur'an dengan bersuara,
memberikan pengaruh yg luar biasa terhadap sel2 otak untuk mengembalikan keseimbangannya.

✅Penelitian berikutnya membuktikan sel kanker dapat hancur dengan menggunakan frekuensi suara saja.
Dan kembali terbukti bahwa membaca Al Qur'an memiliki dampak hebat dalam proses penyembuhan penyakit sekaliber kanker.

✅Virus dan kuman berhenti bergetar saat dibacakan ayat suci Al Qur'an dan disaat yang sama, sel-sel sehat menjadi aktif. Mengembalikan keseimbangan program yang terganggu tadi. QS Al Isra': 82.                                                                

Dan yang lebih menguatkan supaya diri ini makin semangat dan getol baca Al Qur'an adalah karena menurut survey :

SUARA YANG PALING MEMILIKI PENGARUH KUAT TERHADAP SEL2 TUBUH ADALAH SUARA SI PEMILIK TUBUH ITU SENDIRI (QS 7 : 55, QS 17: 10)                                                             

Mengapa sholat berjamaah lebih dianjurkan ?
Karena ada doa yg dilantunkan dengan keras sehingga terdengar oleh telinga,
Dan ini bisa mengembalikan sistem tubuh yang seharian rusak.

Mengapa dalam Islam mendengarkan lagu hingar bingar tidak dianjurkan ?
Karena survey membuktikan bahwa getaran suara bisa MEMBUAT TUBUH TIDAK SEIMBANG

Maka kesimpulannya adalah :
1. Bacalah Al Qur'an di pagi hari dan malam hari sebelum tidur untuk mengembalikan sistem tubuh kembali normal.

2. Kurangi mendengarkan musik hingar bingar, ganti saja dgn murotal yang jelas-jelas memberikan efek menyembuhkan. Siapa tau kita punya potensi kena kanker, tapi karena rajin mendengerkan murotal, keburu hancur sebelum terdeteksi.

3. Benarkan cara membaca Al Qur'an, karena efek suara kita sendirilah yang paling dahsyat dalam penyembuhan.

Semoga segala hal yg baik menjadi berkah, dan manfaat bagi kita semua.
Aamiin..

#CopasBCGrup

Kamis, 30 Juni 2016

"SAJAK CINTA"-NYA GUSMUS UNTUK ALMARHUMAH ISTRI TERCINTA

"SAJAK CINTA"-NYA GUSMUS UNTUK ALMARHUMAH ISTRI TERCINTA

GUSMUS, saya mengenal nama itu sejak pertama kali mengenal dunia teatrikal. Penyair dengan karya-karya indahnya yang sering saya bacakan saat zaman sekolah.

Kali ini, SAJAK CINTA-nya special, untuk istri beliau. Sajaknya sangat menyentuh, syahdu. Doa-doa dan cinta terurai demikian lembut, ditulis pada 30 September 1995 silam. 
Saya membacanya dengan berurai air mata, sampai tak sanggup mengulang record lagi. Yang terbayang di kepala saya, bahwa suatu hari nanti saya akan mengalami hal yang beliau alami saat ini; KEHILANGAN SEPARUH JIWA, bahkan kehilangan orang-orang yang kita cinta 😭 atau mungkin kita yang mendahului mereka.. 😭😭

WAHN saya kambuh. Penyakit cinta suami, cinta anak, cinta ibu. Allahu Rabbi mereka adalah milikMu, dan suatu saat Kau berhak mengambilnya.

Mampukan kami memberi hangat, memberi ruh pada setiap pertemuan kami dengan orang-orang yang Kauamanahi menjadi bagian dari hidup kami.. 😭 aamiin.

Selamat jalan Ibunda Hj. Siti Fatma, semoga Allah menerima amal kebaikan Ibunda..

Surabaya, awal Juli 2016
www.putyaisy.blogspot.com

Listen to "SAJAK CINTA" (A. Musthafa Bisri utk Almarhumah Istri)-- @PutyAisy by Puput Aisyah Abdillah #np on #SoundCloud https://soundcloud.com/puty-aisy/sajak-cinta-a-musthafa-bisri

Rabu, 29 Juni 2016

REWARD ISTIMEWA SANTRI TPQ ISLAMIYAH

REWARD ISTIMEWA SANTRI TPQ ISLAMIYAH

Alhamdulillah atas kesempatan indah berbagi cerita dan kebahagiaan di hadapan walisantri dan santri terbaik di  TPQ Islamiyah pada Selasa, 28 Juni 2016 dalam acara Pembagian Reward Ramadhan.

Semoga kehadiran Aiz dan Kak Puput hari itu mampu menjadi reward istimewa bagi santri santriwati tercinta atas segala prestasinya, semoga menjadi lebih bersemangat meraih keridhoan Allah.

Terima kasih kepada takmir masjid Al Islamiyah, segenap ustazah, walisantri dan santri santriwati yang dirindukan surga. Semoga Allah mengumpulkan kita semua di surga-Nya. Aamiin.

Surabaya, 29 Juni 2016
www.putyaisy.blogspot.com

BERSAMA TIM HALAL CORNER, BERBAGI CERITA ISLAMI DAN 1000 IFTHOR HALAL

BERSAMA TIM HALAL CORNER, BERBAGI CERITA ISLAMI DAN 1000 IFTHOR HALAL

Alhamdulillah, Ahad 26 Juni 2016. Aiz dan Kak Puput diberi kesempatan istimewa bersama tim Halal Corner untuk berbagi keceriaan di hadapan anak yatim Surabaya. Bertempat di Ponpes Hubbul Yatim, Syifaul Qulub dalam acara Berbagi 1000 ifthor halal.

Cerita kali ini tentang indahnya surga yang merindukan anak sholih-sholihah yang senantiasa menjaga kehalalan. Seharusnya, tak cuma makanan saja yang halal, tapi pakaian, pergaulan dan segala yang melekat dan dilakukan oleh seorang muslim harus halal. Cerita ini seiring dan sejalan dengan yang disampaikan oleh tim dari Halal Corner di awal acara.

Alhamdulillah, semoga Allah memampukan kita semua untuk senantiasa berhati-hati menjaga kehalalan. Aamiin..

Surabaya, 27 Juni 2016
www.putyaisy.blogspot.com

JUMPA CALON PENGHUNI SURGA DI RUMAH TAHFIZ BINTANG QURAN

JUMPA CALON PENGHUNI SURGA DI RUMAH TAHFIZ BINTANG QURAN

Alhamdulillah, diberi kesempatan terbaik oleh Allah berbagi cerita pada Sabtu, 25 Juni 2016 di rumah tahfiz Bintang Quran Gundih.

Berjumpa wajah-wajah penuh semangat, para santri yang ingin mempersembahkan mahkota dari cahaya kepada Ayah dan Bundanya kelak di akhirat. Subhanallah, sore itu mereka melantunkan surat Ar Rahman.

Jazakumullah khairan katsiraa kepada segenap ustazah pembimbing, atas kesempatan yang diberikan kepada Aiz dan saya untuk berjumpa dengan para calon penghuni surga. Semoga jerih payah ustazah dalam mencetak para hafiz dapat menjadi pemberat timbangan kebaikan kelak di hari penghisaban. Aamiin.

Surabaya, 26 Juni 2016
www. putyaisy.blogspot.com